Senin, 22 Juli 2013
Setelah membaca-baca
ensiklopedia Nurcholis Madjid pada Jilid 2, tak sengaja terbaca subjudul salah
satu entri dalam bukunya yang tertulis "HMI, KAHMI, dan ICMI. Tulisan
beliau membuka cakrawala dan mindset kader HMI baik saya sendiri maupun
seluruhnya. Baik tidak usah berlama-lama dalam menceritakan isi dari subjudul
ini
beliau menuliskan bahwa
HMI adalah organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan yang perkembangannya kini
telah berumur setengah abad lebih. HMI memliliki lingkungan yang tangguh
sekaligus kondusif bagi perjuangan dalam mengemban isinya. Lingkungan yang dimaksud yaitu bersifat
horisontal berupa suasana umum kebangkitan islam di Indonesia dan bersifat
vertikal yang berupa pertumbuhan ke atas melalui para alumninya. Sebab,alumni
HMI—jika kita kembalikan pada bunyi konstitusi himpunan—tidak lain adalah wujud
nyata sumber daya manusia yang dicitacitakan HMI, yaitu “insan akademis pencipta
dan pengabdi yang bernafaskan Islam”. Masalah
apakah setiap alumnus HMI adalah orang insan akademis, rasanya tidaklah terlalu
prinsipil. Demikian pula apakah dia adalah seorang yang berdaya cipta atau kreatif,
kiranya juga tidaklah terlalu sentral. Tetapi, apakah seorang alumnus HMI
adalah seorang pengabdi, dalam arti membaktikan hidupnya untuk masyarakat, dan tidak
untuk diri sendiri semata secara egoistis, sungguh sangat penting. Sebab
pengabdian seperti itu, apalagi dalam kaitannya dengan “napas Islam”, adalah
sikap peribadatan yang saleh, demi mencapai ridla Allah. Karena itu, perkataan “pengabdi”
mengandung makna tampilnya sosok kesadaran dengan kesadaran etis dan moral atau
alakhlâq al-karîmah. Inilah yang “fardlu ‘ayn”, yang mesti ada
pada setiap individu alumni HMI. Tanpa adanya al-akhlâq al-karîmah itu
seorang alumnus HMI dianggap gagal dalam mewujudkan tujuan himpunan. Secara
moral dan etis dia sudah berada di luar lingkaran HMI. Ini disebutkan sebagai
peringatan bahwa kita wajib terus menerus menjaga integritas HMI, baik berkenaan
dengan mereka yang masih menjadi anggota, maupun lebih-lebih lagi terhadap
mereka yang sudah menjadi alumni. Karena alumni merupakan wujud nyata sumber
daya manusia yang dicitacitakan HMI.
Oleh karena itu, HMI (termasuk
para alumninya), tetap harus memiliki jiwa independen yang tegar dan konsisten,
bermoral, dan etis. Sama dengan semua orang, para alumni HMI berhak didengar
suara dan pendapatnya. Tetapi, juga sama dengan terhadap semua orang, tidak semua
yang didengar dari alumni mesti secara serta merta diterima dan ditaati.
Selamanya tetap diperlukan sikap-sikap kritis “yang membangun”, dengan adil,
jujur, dan berakhlak, yang bahkan menurut Al-Quran biarpun mengenai diri
sendiri dan para kerabat (Q., 4:135). Dalam interaksi sosial inilah, juga dalam
interaksi sosial yang lebih luas, HMI harus mempertahankan milik dan
kehormatannya yang paling berharga, yaitu independensi. Dan independensi itu tidak
lain ialah hak bebas untuk memutuskan “the right to decide”, meskipun
proses menuju pada keputusan itu harus melibatkan pengumpulan dan penggalangan informasi
seluas-luasnya.
Dari situlah timbul
pandangan bahwa hubungan antara HMI dan KAHMI sebaiknya bersifat aspiratis dan
konsultatif. Setiap alumnus HMI harus tetap mampu menghadirkan bayangan peran
kemahasiswaan para anggota HMI, dan setiap anggota HMI harus mampu membayangkan
dirinya menghadapi masa ketika dia sendiri akan menjadi seorang alumnus:
bagaimana dia akan dapat terus berpegang pada cita-cita dasar HMI, menjadi SDM
Indonesia yang berpengabdian tinggi kepada masyarakat menuju ridla Allah.
Sampai di sini saya
mengutip dari tulisan beliau. Sebenarnya masih ada lagi tulisan beliau mengenai
ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia) yang tidak saya ambil, hal ini
bertujuan untuk memfokuskan pada pembahasan mengenai HMI dan KAHMI itu sendiri.
HMI yang bertujuan untuk terciptanya insan akademis, pencipta dan pengabdi
haruslah memiliki akhlakul karimah dalam melaksanakan perannya dalam berjuang. Selain
itu kader HMI dituntut menjaga indepenensinya yang tegar, konsisten, bermoral,
dan etis.
by: Mbrin
Selasa, 18 Juni 2013
RENEWABLE ENERGY UNTUK INDONESIA
Oleh: Septian Hari Pradana
(Bendahara Umum Komisariat Fisika Teknik SN)
Energi Baru
Energi Terbarukan
§ Gas bumi lebih dari 30%
§ Batubara lebih dari 33%
§ Biofuel lebih dari 5%
§ Panas bumi lebih dari 5%
§ Energi baru dan terbarukan lainnya, khususnya, Biomasa, Nuklir, Tenaga Air Skala Kecil, Tenaga Surya, dan Tenaga Angin lebih dari 5%
§ Bahan bakar lain yang berasal dari pencairan batubara lebih dari 2%
(Bendahara Umum Komisariat Fisika Teknik SN)
“Bagaimana kalau kita harus hidup sehari tanpa listrik atau suplai gas LPG sedang kosong?” pernahkah pertanyaan seperti itu terlontar di benak kita?. Kebutuhan energi dunia terus mengalami peningkatan. Menurut proyeksi Badan Energi Dunia (International Energy Agency-IEA), hingga tahun 2030 permintaan energi dunia meningkat sebesar 45% atau rata-rata mengalami peningkatan sebesar 1,6% pertahun. Sekitar 80% kebutuhan energi dunia tersebut dipasok dari bahan bakar fosil, utamanya BBM. Tak terkecuali di Indonesia energi utama sebagai penggerak kehidupan masyarakat dan pasokan sector industri makro masih berasal dari bahan bakar fosil.
Pertambahan laju pertumbuhan penduduk dan peningkatan GDP menyebabkan permintaan energi dunia semakin meningkat. Di sisi lain cadangan BBM dunia semakin berkurang. Hal ini menimbulkan ketidakseimbangan permintaan dan penawaran. Akibatnya harga minyak dunia berfluktuasi. Duniapun mencari alternatif energi baru untuk mengatasi ketergantungan pada BBM. Hal tersebut juga dirasakan di Indonesia, sebagai Negara dengan pertumbuhan ekonomi terbaik ke-2 di dunia, Indonesia cukup terdampak oleh fluktuasi harga minyak dunia dari negara-negara OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries), apalagi cadangan minyak Indonesia hanya 2% dari keseluruhan cadangan minyak dunia, jelas tidak cukup apabila Indonesia terus bergantung pada pemakaian bahan bakar fosil.
Peranan sektor energi di Indonesia saat ini cukup signifikan, disamping untuk mendorong pertumbuhan ekonomi juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu sektor energi punya pengaruh yang cukup besar terhadap pembangunan negara yang berkelanjutan. Untuk persoalan energi di Indonesia, dimana jumlah penduduk Indonesia saat ini mencapai 237 juta jiwa maka berbanding lurus dengan energi yang dibutuhkan. Indonesia adalah sekitar 237 juta jiwa, dengan laju pertumbuhan penduduk 1,49 persen pertahun. Kondisi ini berimplikasi terhadap meningkatnya kebutuhan terhadap energi nasional, seperti kebutuhan rumah tangga, transportasi dan industri.
Konsumsi kebutuhan energi di Indonesia berdasarkan kebutuhan rumah tangga, transportasi dan industri berdasarkan Outlook energi Indonesia tahun 2011 yang dikeluarkan BPPT, dijelaskan bahwa konsumsi energi pada kurun waktu 2000 – 2009 meningkat dari 709,1 juta SBM pada tahun 2000 menjadi 865,4 juta SBM pada tahun 2009 atau meningkat rata-rata 2,2% pertahun. dan sumber energi yang digunakan sebagian besar masih bergantung dari energi yang berasal dari fosil. Dunia industri di Indonesia menjadi sektor paling parah yang terdampak, apalagi wacana pemerintah untuk menaikkan tarif dasar listrik (TDL) bagi pelanggan 1600 VA yang notabene adalah dunia industri, belum lagi ketersediaan batubara sebagai bahan bakar industri mulai menipis meski masih menjadi andalan pemerintah dalam memasok kebutuhan bahan bakar industri dan untuk pembangkit listrik, hal ini jelas akan menambah ongkos produksi bagi industri besar maupun menengah.
Konsumsi Energi Indonesia 2005-2011 (Sumber data: Statistik Minyak Bumi 2011)
Padahal Indonesia sesungguhnya diberkahi anugerah energi lain yang melimpah. Indonesia memiliki energi baru dan terbarukan dalam berbagai macam, antara lain batubara, coal bed metane (CBM), shale gas, pans bumi, tenaga surya dan biofuel.
Energi Baru
Batubara diharapkan memberikan kontribusi tebesar dalam bauran energi nasional di masa mendatang sebagaimana umumnya dilakukan berbagai negara di dunia. Pemerintah mengharapkan pada 2025 batubara memberikan kontribusi bauran energi nasional sebesar 30,7%, kemudian disusul EBT 25,9% dan gas sebesar 19,7%. Sedangkan kontribusi minyak bumi diharapkan berkurang menjadi 23,7%.
Oleh karena itu, batubara sebagai sumber energi baru perlu mendapat perhatian. Batubara merupakan sumber energi yang cukup melimpah. Indonesia adalah produsen batubara terbesar nomor lima dunia, dengan produksi yang meningkat tinggi selama 10 tahun terakhir. Produksi tahun 2010 sebesar 257 juta ton dan saat ini sekitar 350 juta ton. Sisanya sekitar 75-80% dieskpor sehingga Indonesia dikenal sebagai pengekspor batubara nomor dua terbesar di dunia, setelah Australia.
Batubara dapat digunakan langsung dalam bentuk padat, atau dikonversi menjadi gas dan cair masing-masing melalui proses gasifikasi (Coal to Gasification, CTG) dan pencairan (Coal to Liquefaction, CTL). Proses gasifikasi batubara adalah proses yang mengubah batubara dari bahan bakar padat menjadi bahan bakar gas. Dengan mengubah batubara menjadi gas, maka material yang tidak diinginkan yang terkandung daam batubara seperti senyawa sulfur dan abu, dapat dihilangkan dari gas dengan menggunakan metode tertentu sehingga dapat dihasilkan gas bersih dan dapat dialirkan sebagai sumber energi. Gasifikasi batubara menjadi salah satu cara yang menjanjikan untuk pemanfaatan batubara di masa depan guna menghasilkan listrik dan produk berharga lainnya.
Coal liquefaction adalah terminologi yang dipakai secara umum mencakup pemrosesan batubara menjadi BBM sintetik (Synthetic fuel). Pendekatan yang dilakukan dalam proses ini meliputi pirolisis, pencairan batubara secara langsung (Direct Coal Liquefaction-DCL) atau melalui gasifikasi terlebih dahulu (Indirect Coal Liquefaction-ICL). Aspek penting dalam pengolahan batubara menjadi BBM sintetik meliputi efisiensi proses, nilai investasi dan hasil emisi buang.Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2006 mengatur tentang proses pencairan batubara ini.
Indonesia juga memiliki sumber gas non-konvensional yang cukup besar. Gas non-konvensional adalah gas yang berasal dari ‘reservoir” dengan permebilitas rendah dan pengusahaannya menggunakan teknologi tertentu seperti perekahan. Jenis gas non-konvensional antara lain coal bed metane (CBM) dan shale gas.
CBM mempunyai multi guna antara lain dapat dijual langsung sebagai gas alam, dijadikan energi dan sebagai bahan baku industri. Eksploitasi CBM tidak akan merubah kualitas matrik batubara dan menguntungkan para penambang batubara. Karena gas emisinya dapat dimanfaatkan sehingga lapisan batubara menjadi aman untuk ditambang. Selain itu, CBM termasuk salah satu sumber energi yang ramah lingkungan.
Shale gas adalah gas alam yang diperoleh dari serpihan shale atau tempat terbentuknya gas bumi. Shale gas dapat menjadi sumber energi yang penting di masa mendatang karena shale gas memiliki keunggulan. Shale gas menghasilkan emisi karbon sekitar setengah dari emisi batubara. Shale gas juga dapat menurunkan biaya energi karena produksi shale gasmenyebabkan penurunan harga gas alam secara signifikan. Produksi shale gas yang besar juga akan membantu meningkatkan keamanan enegri, dan membantu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil asing yang mahal.
Kendati demikian ketersediaan batubara di Indonesia juga mulai menipis, oleh karena itu diperlukan upaya untuk menemukan alternative energi baru dan terbarukan serta ramah lingkungan untuk digunakan di Indonesia.
Indonesia juga mempunyai potensi yang luar biasa dengan energi terbarukan seperti panas bumi, tenaga air, tenaga surya, tenaga angin dan biofuel. Pemanfaatan energi terbarukan yang maksimal bisa menjadi solusi krisis energi yang terjadi di Indonesia. Energi terbarukan diyakini juga lebih bersih (ramah lingkungan), aman, dan terjangkau masyarakat.
Energi terbarukan merupakan energi yang dihasilkan dari sumberdaya energi yang secara alamiah tidak akan habis dan dapat berkelanjutan jika dikelola dengan baik. Macam sumber energi terbarukan seperti panas bumi, biofuel, panas surya (matahari), angin, biogas, ombak laut, dan suhu kedalaman laut.
Baru Lima Persen. Saat ini, menurut Greenpeace, Pemerintah Indonesia baru memanfaatkan energi terbarukan sekitar lima persen dari total listrik yang digunakan di Indonesia. Selebihnya, masih bergantung pada energi yang bersumber dari minyak, batu bara, dan gas bumi.
Kebijakan pemerintah Indonesia pun masih kurang mendukung pemanfaatan sumber energi terbarukan. Salah satu indikasinya bisa dilihat dari Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional. Dalam Bab II Pasal 2 Peraturan Pemerintah tersebut, target konsumsi energi yang digunakan di Indonesia pada tahun 2025 meliputi:
§ Minyak bumi kurang dari 20%§ Gas bumi lebih dari 30%
§ Batubara lebih dari 33%
§ Biofuel lebih dari 5%
§ Panas bumi lebih dari 5%
§ Energi baru dan terbarukan lainnya, khususnya, Biomasa, Nuklir, Tenaga Air Skala Kecil, Tenaga Surya, dan Tenaga Angin lebih dari 5%
§ Bahan bakar lain yang berasal dari pencairan batubara lebih dari 2%
Indonesia memiliki potensi panas bumi terbesar di dunia yaitu 29,038 GW. Namun demikian pemanfaatannya masih kecil yaitu sebesar 1.189 MW. Pemanfaatan energi terbarukan lainnya yang berasal dari tenaga air, tenaga surya dan tenaga angin masih terbatas. Tenaga air dimanfaatkan hanya 7,54% dari potensi sebesar 75,670 MW. Biomass digunakan hanya 3,25% dari sumber daya 49,810 MW. Sedangkan kapasitas terpasang dari tenaga surya sebesar 13.5MW dan tenaga angin hanya 1.87 MW. Untuk biodiesel hanya dimanfaatkan sekitar 10% dari kapasitas produksi. Sedangkan bietanol produksinya masih relatif kecil.
Pembangkit Listrik Tenaga Angin
Pembangkit Listrik Tenaga Surya
Solar cell merupakan perangkat yang dapat melakukan konversi energi dari cahaya elektro magnet yang dipancarkan oleh matahari ke energi listrik dan kemudian dapat kita gunakan di kehidupan sehari-hari. Solar cell terdiri dari kumpulan bahan semi konduktor yang menyerap elektron dari sinar matahari, kemudian memaksimalkan foton, memperkecil refleksi dan remombinasi serta memperbesar konduktivitas dari bahannya. Listrik tenaga surya ini dihasilkan dengan proses yang disebut photovoltaic. Dalam proses ini sinar matahari yang menyentuh permukaan panel solar cell akan memecah elektron sehingga elektron ini bergerak. Gerakan elektron inilah yang menghasilkan energi listrik. Dengan menggunakan kabel listrik yang dihasilkan bisa disalurkan untuk digunakan berbagai peralatan listrik.
Angin adalah salah satu bentuk energi yang tersedia di alam, Pembangkit Listrik Tenaga Angin mengkonversikan energi angin menjadi energi listrik dengan menggunakan turbin angin atau kincir angin. Cara kerjanya cukup sederhana, energi angin yang memutar turbin angin, diteruskan untuk memutar rotor pada generator dibagian belakang turbin angin, sehingga akan menghasilkan energi listrik. Energi Listrik ini biasanya akan disimpan kedalam baterai sebelum dapat dimanfaatkan. Secara sederhana sketsa kincir angin adalah sebagai berikut :
Indonesia, negara kepulauan yang 2/3 wilayahnya adalah lautan dan mempunyai garis pantai terpanjang di dunia yaitu ± 80.791,42 Km merupakan wilayah potensial untuk pengembangan pembanglit listrik tenaga angin, namun sayang potensi ini nampaknya belum dilirik oleh pemerintah. Sungguh ironis, disaat Indonesia menjadi tuan rumah konfrensi dunia mengenai pemanasan global di Nusa Dua, Bali pada akhir tahun 2007, pemerintah justru akan membangun pembangkit listrik berbahan bakar batubara yang merupakan penyebab nomor 1 pemanasan global.
Syarat – syarat dan kondisi angin yang dapat digunakan untuk menghasilkan energi listrik dapat dilihat pada tabel berikut.
Angin kelas 3 adalah batas minimum dan angin kelas 8 adalah batas maksimum energi angin yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik. Pemanfaatan energi angin merupakan pemanfaatan energi terbarukan yang paling berkembang saat ini. Berdasarkan data dari WWEA (World Wind Energy Association), sampai dengan tahun 2007 perkiraan energi listrik yang dihasilkan oleh turbin angin mencapai 93.85 GigaWatts, menghasilkan lebih dari 1% dari total kelistrikan secara global. Amerika, Spanyol dan China merupakan negara terdepan dalam pemanfaatan energi angin. Diharapkan pada tahun 2010 total kapasitas pembangkit listrik tenaga angin secara glogal mencapai 170 GigaWatt.
Di tengah potensi angin melimpah di kawasan pesisir Indonesia, total kapasitas terpasang dalam sistem konversi energi angin saat ini kurang dari 800 kilowatt. Di seluruh Indonesia, lima unit kincir angin pembangkit berkapasitas masing-masing 80 kilowatt (kW) sudah dibangun. Tahun 2007, tujuh unit dengan kapasitas sama menyusul dibangun di empat lokasi, masing-masing di Pulau Selayar tiga unit, Sulawesi Utara dua unit, dan Nusa Penida, Bali, serta Bangka Belitung, masing-masing satu unit. Mengacu pada kebijakan energi nasional, maka pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) ditargetkan mencapai 250 megawatt (MW) pada tahun 2025.
Pembangkit Listrik Tenaga Surya
Indonesia merupakan negara tropis dan juga dilewati garis khatulistiwa dimana kita dapat memanfaatkan sinar matahari secara maksimal sebagai sumber energi yang primer. Sinar matahari merupakan pancaran gelombang elektromagnet yang dapat serap dan dikonversi menjadi energi listrik. Di khatulistiwa, matahari berada tepat di atas kepala pada tengah hari dalam equinox sehingga sinar matahari yang kaya akan elektromagnet tersebut dapat dimanfaatkan.
Teknologi ini pertama kali digunakan untuk satelit diluar angkasa, dan kemudian dapat dimanfaatkan untuk energi pengganti bensin pada mobil (mobil tenaga surya), dan energi penerang dimalam hari di desa-desa terpencil. Dalam perkembangannya di Indonesia selain dapat dikembangkan melalui Pembangkit Listik Tenaga Surya, kita juga dapat menganti dinding maupun kaca yang terbuat dari solar cell di rumah-rumah penduduk dan gedung-gedung perkantoran dengan solar panel yang transparan sehingga kita dapat memanfaatkan energi yang dihasilkan dari bangunan kita sendiri. (Saut J Tambunan)
Rumah Huni yang menggunakan solar panel
Sudah sepantasnya kita mendukung pemerintah dalam pengaplikasian energi alternatif untuk kelangsungan kebutuhan energi di Indonesia.
Label:
Teknik
|
0
komentar
Minggu, 05 Mei 2013
Menelaah Kembali Peran HMI dalam Membangun Masa Depan Bangsa
Sebagai organisasi nasionalis
keislaman, HMI mempunyai peran penting dalam menjunjung tinggi nilai-nilai
pancasila dan Al Qur’an serta Al Hadist. HMI merangsek ke dalam kehidupan
berbangsa dan semakin menguatkan pengaruhnya dalam masa-masa pemantapan
kemerdekaan Indonesia hingga awal reformasi. Sehingga sangat wajar manakala
dijumpai banyak sekali alumni HMI yang saat ini menjadi negarawan memegang
komando pembangunan bangsa. Sungguh tidak bijak manakala para kader HMI terlena
dengan gemerlap masa lalu yang terkadang menyilaukan pandangan pergerakan HMI
sendiri.
Pergerakan mahasiswa di
era modern seolah menemui jalan buntu. Arah gerak mahasiswa stagnan pada satu
titik tidak ada pengaruh apapun terhadap jalannya kebijakan pemerintah.
Reformasi seharusnya tidak hanya dilakukan pada tubuh pemerintahan, namun model
pergerakan mahasiswa juga harus direoformasi sedemikian rupa agar diperoleh
hasil yang lebih signifikan. Sekarang sudah tidak jamannya lagi melakukan
aksi-aksi anarkis hanya menuntut dan menuntut. Di tengah carut marutnya kondisi
kehidupan nasional, jangan sampai mahasiswa turut andil menambahi permasalahan
bangsa.
Rusaknya tatanan
keadilan dan kemakmuran masyarakat Indonesia agaknya menjadi masalah serius
yang hingga saat ini belum menemui solusi. Sebenarnya, di tengah permasalahan
kasus yang melanda internalnya, pemerintah tidaklah tinggal diam dalam
mengentaskan masalah yang ada. Namun dengan keadaan pemerintah yang sedang pincang
agaknya usaha tersebut tidak akan bisa berjalan secara maksimal. Ketika usaha
mencongkel pihak berkuasa sulit dilakukan, mahasiswa dengan jiwanya yang
membara harus tetap berusaha membongkar kebohongan publik yang telah dibuat
sebegitu rapinya.
Diperlukan adanya
sinergitas antara pembangunan nasional dengan pergerakan mahasiswa masa kini.
Tanpa menyisihkan perilaku skeptis terhadap keadaan dan kebijakan pemerintah,
hendaknya HMI sebagai organisasi mahasiswa tertua di Indonesia dapat
menganalisis dan memilah secara komprehensif atas kesalahan atau kebenaran
kebijakan yang diambil. Diperlukan adanya sinergitas pembangunan dari
pemerintah dengan pergerakan mahasiswa. Perilaku skeptis tetap dibutuhkan untuk
menjaga dan mengawal kebijakan para elit politik. Namun, sudah saatnya dan
diperlukan pula gerakan mahasiswa secara horizontal dengan melakukan kegiatan
pengabdian masyarakat secara totalitas.
Kekurangsadaran kader
HMI terhadap realita inilah yang kemudian mendistorsikan peranan HMI dalam
turut serta membangun kehidupan masyarakat yang adil dan makmur. HMI telah
nampak dalam khalayak umum sebagai organisasi politik, menilik dari kiprah para
mantan kadernya. Meskipun sebenarnya tidak demikian, masyarakat umum sudah
terlanjur berprasangka seperti itu. Tanpa menyalahkan keadaan yang ada, kader
HMI seharusnya menyadari pentingnya hubungan langsung dengan masyarakat ntuk
menjaga keterselarasan antara masyarakat dan pergerakan HMI. Karena tidak
sedikit masyarakat umum yang justru berpandangan negatif terhadap pergerakan
mahasiswa secara vertikal termasuk HMI. Landasan organisasi yang kuat,
menjanjikan sebuah kemantapan pergerakan HMI secara vertikal maupun horizontal.
Hanya saja perlu dibuka kembali kesadaran para kader untuk menapaki pergerakan
horizontal. Karena selama ini pergerakan HMI terasa timpang lebih mengedepankan
pergerakan vertikal.
Senin, 31 Desember 2012
Paradoks Senter
Tentu kita sudah mengenal postulat dari enistein pada relativitas khusus bahwa kecepatan cahaya pada ruang hampa adalah mutlak jika dilihat dari kerangka apapun. Hal ini tentu menimbulkan implikasi seberapapun sebuah partikel ataupun benda bergerak terhadap kerangka yang diam, kecepatan cahaya terhadap partikel ataupun benda yang bergerak akan tetap c.
Namun Postulat itu akan menimbulkan sebuah paradoks. Sekarang seandainya terdapat 2 buah senter, Senter A dan Senter B. Kedua Senter itu saling berhadap-hadapan lalu kedua senter itu dinyalakan secara bersamaan. Jika kita tinjau satu foton pada senter A dan satu foton pada senter B. maka pada Foton A tentu akan bergerak dengan kecepatan c dan foton B juga begitu. Pertanyaanya adalah dimanakah foton A dan foton B akan bertemu ?...
Coba kita tinjau pada Foton A. Menurut relativitas einstein kecepatan foton B terhadap foton A akan tetap c bukan c+c = 2c . Jadi foton b akan bergerak ke arah foton A dengan kecepatan c. Kemudian karena foton A dianggap sebagai kerangka yang diam maka senter B akan bergerak kearahnya dengan kecepatan c juga. maka menurut foton A dia akan bertemu dengan foton B tepat di senter B.
Jawaban yang berbeda akan terjadi jika kita tinjau pada foton B. Foton B akan dianggap sebagai kerangka yang diam . foton A dan senter A yang akan bergerak ke arah foton B dengan kecepatan c. maka foton B dan foton A akan bertemu tepat di senter A.
namun akan jadi berbeda lagi jika kita meninjaunya dari luar foton dan senter tadi. Misalnya ada seorang mahasiswa melihat kejadian tersebut. maka secara logika menurut mahasiswa foton A dan Foton B tepat bertemu ditengah-tengah lintasan mereka.
ya, memang membingungkan kenapa terdapat jawaban yang berbeda-beda ketika kita meninjau satu-persatu variable-variable terkait. Siapakah sebenarnya yang benar ???... apakah menurut foton A??... apakah menurut foton B ???... apakah menurut si mahasiswa??. Semua jawaban tampak masuk akal. Namun kalau kita menyadari akar masalahnya, kita hanya akan menemukan satu jawaban yang benar.
kalau kita menyadari, permasalahannya ada pada kapan kedua foton itu akan bertemu, bukan pada dimana dia akan bertemu. karena ketika waktu sudah diketahui, posisi pun juga bisa diketahui.
menurut hukum gerak galileo maka:
V = S/t
V = kecepatan benda
S = jarak yang ditempuh
t = waktu
ketika kedua foton bertemu maka:
ta=tb
S-x/c=x/c
ta=tb
S-x/c=x/c
(x adalah titik bertemu foton A dan Foton B dihitung dari senter B)
untuk c bisa dibagi jadi :
S=2x
x = 1/2 S
Jadi foton A dan foton B akan bertemu di posisi 1/2 S atau 1/2 dari jarak senter A ke senter B...
Mahasiswalah yang benar...
Lalu pelajaran apa yang bisa kita ambil dari Paradok senter ini?... Sama seperti Paradoks senter ini dalam kehidupan sehari-hari terkadang kita tidak pernah memahami persoalan yang sebenarnya ketika menghadapi masalah. Sehingga masalah menjadi tambah rumit dan tampak tak terselesaikan. Padahal jika kita bisa berfikir tenang mencari apa akar masalah yang sesunggunya , masalah itu akan mudah terselesaikan. Demikian akhir penjelasan!!! :).
Q.E.D
untuk c bisa dibagi jadi :
S=2x
x = 1/2 S
Jadi foton A dan foton B akan bertemu di posisi 1/2 S atau 1/2 dari jarak senter A ke senter B...
Mahasiswalah yang benar...
Lalu pelajaran apa yang bisa kita ambil dari Paradok senter ini?... Sama seperti Paradoks senter ini dalam kehidupan sehari-hari terkadang kita tidak pernah memahami persoalan yang sebenarnya ketika menghadapi masalah. Sehingga masalah menjadi tambah rumit dan tampak tak terselesaikan. Padahal jika kita bisa berfikir tenang mencari apa akar masalah yang sesunggunya , masalah itu akan mudah terselesaikan. Demikian akhir penjelasan!!! :).
Q.E.D
Sabtu, 22 Desember 2012
N 250 (gatot kaca) : Sebuah Mimpi Yang Terbengkalai
Tepat 17 tahun lalu 10 agustus 1995 N-250 mengudara untuk pertama kalinya selama 55 menit. Terbangnya Sang burung besi ini disambut gegap gempita oleh seluruh rakyat indonesia bahkan mantan presiden suharto yang menjabat kala itu, begitu terharu melihatnya. Beliau pun berpidato: "Keberhasilan uji coba penerbangan pesawat N-250 adalah tonggak
bersejarah bagi seluruh bangsa Indonesia karena berhasil merancang
sendiri pesawat modern". Yah momen 17 tahun lalu itu memang sangat membanggakan, bagaimana tidak??... putra-putri tanah ini dibawah komando Prof.Ir. H. B.J.Habbie, bisa membuat Pesawatnya sendiri. Momen ini sekaligus membuktikan pada dunia bahwa bangsa ini bisa.
Namun apa daya N-250 yang baru mengembangkan sayapnya, Harus segera turun dari langit. Matahari bangsa ini harus kembali meredup. Krisis moneter yang menimpa Indonesia pada periode 1998 membuat IPTN( Industri Pesawat Terbang Nusantara) yang memproduksi pesawat N-250 kolaps. Dana yang tadinya mengalir deras dari pemerintah, harus terputus. Karena pemerintah meminta bantuan ke IMF dan IMF mensyratkan semua subsidi yang mengucur pada IPTN harus dicabut jika ingin IMF mengucurkan dananya untuk Indonesia.
Ironis memang, kerja keras dan mimpi anak bangsa selama 7 tahun(1989-1995) harus kandas . Rencana membuat pesawat N-250 ini sudah diungkap IPTN pada air show di Paris tahun 1989. Prototipenya N-250 selesai dibuat pada tahun 1992. Dan pada tahun 1995 N-250 akhirnya selesai dibuat. Pada saat itu saingan N-250 adalah ATR 42-500, Fokker F-50 dan Dash 8-300.
Ketika selesai dibuat Pesawat N-250 mempunyai spesifikasi sebagai berikut :
Mesin : turboprop 2439 KW dari Allison AE 2100 C buatan perusahaan Allison. baling baling: 6 bilah ini
kecepatan maksimal : 610 km/jam (330 mil/jam)
kecepatan ekonomis: 555 km/jam
kelas: turprop
Kapasitas Penumpang : 50
Ketinggian operasi :25.000 kaki (7620 meter)
daya jelajah : 1480 km.
Berat dan Dimensi Rentang Sayap : 28 meter
Panjang badan pesawat : 26,30 meter
Tinggi : 8,37 meter
Berat kosong : 13.665 kg
Berat maksimum saat take-off (lepas landas) : 22.000 kg
Perlu dingat bahwa N-250 sudah menggunakan sistem fly by wire. Untuk kelas yang sama pada masa itu, dengan kapasitas 50 penumpang dan mesin turboprop dengan baling-baling. N-250 yang pertama menggunakan sistem fly by wire sedangkan pesawat yang lainnya masih menggunakan mekanik hidraulik (silahkan search di google untuk mengetahui apa itu fly by wire dan mekanik hidraulik, Secara garis besar pada fly by wire control surfacenya atau kemudi pesawat dikontrol dengan komputer. Sedangkan mekanik hidraulik control surfacenya masih dikontrol secara analog).
Sebagai Pesawat transportasi yang hampir semua memakai mesin jet, N-250 menggebrak dengan menggunakan baling-baling. Pemilihan Baling-baling sebagai penggerak pesawat ada alasannya. Karena Indonesia memiliki banyak pulau dan tidak semua pulau itu berwilayah luas, ada beberapa pulau yang kecil dan terpencil. Makanya untuk menjangkau wilayah-wilayah yang kecil dan terpencil dipililah pesawat dengan penggerak baling-baling daripada jet. Pesawat dengan penggerak baling-baling hanya memerlukan Landasan yang jauh lebih pendek daripada pesawat dengan penggerak mesin jet. Juga pesawat dengan penggerak baling-baling lebih irit bahan bakar daripada pesawat bermesin jet.
Kini N-250 hanya teronggok di gudang PT. Dirgantara Indonesia. Mimpi Bapak B.J. Habbie dan anak bangsa terbengkalai dalam debu kebanggan masa lalu. Saat ini N-250 sedang menunggu kita anak bangsa untuk membangunkannya lagi, menerbangkannya, membawa dia terbang tinggi menuju batas cakrawala. BANGKITLAH TANAH LAHIR KU!!!!
Q.E.D
Ketika selesai dibuat Pesawat N-250 mempunyai spesifikasi sebagai berikut :
Mesin : turboprop 2439 KW dari Allison AE 2100 C buatan perusahaan Allison. baling baling: 6 bilah ini
kecepatan maksimal : 610 km/jam (330 mil/jam)
kecepatan ekonomis: 555 km/jam
kelas: turprop
Kapasitas Penumpang : 50
Ketinggian operasi :25.000 kaki (7620 meter)
daya jelajah : 1480 km.
Berat dan Dimensi Rentang Sayap : 28 meter
Panjang badan pesawat : 26,30 meter
Tinggi : 8,37 meter
Berat kosong : 13.665 kg
Berat maksimum saat take-off (lepas landas) : 22.000 kg
Perlu dingat bahwa N-250 sudah menggunakan sistem fly by wire. Untuk kelas yang sama pada masa itu, dengan kapasitas 50 penumpang dan mesin turboprop dengan baling-baling. N-250 yang pertama menggunakan sistem fly by wire sedangkan pesawat yang lainnya masih menggunakan mekanik hidraulik (silahkan search di google untuk mengetahui apa itu fly by wire dan mekanik hidraulik, Secara garis besar pada fly by wire control surfacenya atau kemudi pesawat dikontrol dengan komputer. Sedangkan mekanik hidraulik control surfacenya masih dikontrol secara analog).
Sebagai Pesawat transportasi yang hampir semua memakai mesin jet, N-250 menggebrak dengan menggunakan baling-baling. Pemilihan Baling-baling sebagai penggerak pesawat ada alasannya. Karena Indonesia memiliki banyak pulau dan tidak semua pulau itu berwilayah luas, ada beberapa pulau yang kecil dan terpencil. Makanya untuk menjangkau wilayah-wilayah yang kecil dan terpencil dipililah pesawat dengan penggerak baling-baling daripada jet. Pesawat dengan penggerak baling-baling hanya memerlukan Landasan yang jauh lebih pendek daripada pesawat dengan penggerak mesin jet. Juga pesawat dengan penggerak baling-baling lebih irit bahan bakar daripada pesawat bermesin jet.
Kini N-250 hanya teronggok di gudang PT. Dirgantara Indonesia. Mimpi Bapak B.J. Habbie dan anak bangsa terbengkalai dalam debu kebanggan masa lalu. Saat ini N-250 sedang menunggu kita anak bangsa untuk membangunkannya lagi, menerbangkannya, membawa dia terbang tinggi menuju batas cakrawala. BANGKITLAH TANAH LAHIR KU!!!!
Q.E.D
Al jazari Bapak Teknik Modern
Sebagian mungkin masih merasa asing dengan nama aljazari. Tapi tahukah anda orang inilah yang mendasari ilmu keteknikan dan robotika saat ini. Jika di dunia barat ada Leonardo Da Vinci maka di dunia Islam ada Aljazari. Bahkan karya-karya Leonardo Da Vinci terinspirasi oleh bukunya Aljazari yang berjudul “al-Jami Bain al-Ilm Wal ‘Aml al-Nafi Fi Sinat ‘at al-Hiyal” (The Book of Knowledge of Ingenious Mechanical Devices). Penasaran siapa sebenarnya aljazari???, apa saja karyanya???, maka izinkanlah saya mengantar anda ke wunderkammer.
Aljazari terlahir dengan nama Abū al-'Iz Ibn Ismā'īl ibn al-Razāz al-Jazarī. Di lahirkan di utara mesopotamia jika sekarang ada di kawasan di utara Irak dan timur laut Syria. Dia hidup disana selama 25 tahun dan mengabdi di istana artuqid di bawah kekuasaan sultan Nasir al-Din Mahmoud. Selama masa mengabdi itulah dia banyak membuat karya. Semua karyanya dia tuangkan dalam bukunya al-Jami Bain al-Ilm Wal ‘Aml al-Nafi Fi Sinat ‘at al-Hiyal” (The Book of Knowledge of Ingenious Mechanical Devices). Buku tersebut memuat kurang lebih sekitar 50 karyanya. Sungguh sesuatu yang luar biasa jika dibandingkan dengan penerusnya Da Vinci yang memuat 40 karya, itupun masih hanya diatas kertas saja sedangkan Aljazari sudah membuatnya secara real.
Salah satu karyanya adalah robot berbentuk perahu yang terapung diatas danau, diatas perahu ada 4 robot pemusik. Ke empat robot tersebut memegang alat musik yang berbeda-beda. 2 robot memegang drum, 1 robot memegang suling dan satu robot pemain harpa. Keempatnya menghasilkan nada-nada yang harmoni. Robot pemusik ini dibuat untuk menghibur tamu-tamu kerajaan.
Selain robot pemusik aljazari juga membuat robot pelayan. Robot ini berfungsi untuk menuangkan teh atau minuman lainnya pada para tamu. Minuman disimpan dalam tempat penampungan air, kemudian disalurkan ke ember lalu setelah 7 menit mengalir menuju cangkir dan robot itu menuangkannya.
Kemudian ada lagi pencuci tangan otomatis. Bahkan sampai sekarang sistem dari aljazari ini menjadi dasar pada pencuci tangan otomatis masa kini. Pencuci tangan otomatis dari aljazari berwujud robot wanita membawa baskom berisi air . Kemudian model lain dari pencuci tangan otomatis aljazari adalah robot burung merak yang mancurkan air dan memberi para pencuci tangannya handuk secara otomatis. Robot burung merak ini digerakan dengan tenaga air.
Masih banyak karya aljazari lainnya , seperti castle clock ini komputer analog pertama yang bisa diprogram, ada lagi jam gajah, kemudian mesin yang menggunakan tenaga binatang dan poros engkol. Ini mesin pertama yang menyertakan poros engkol sebagai bagian dari mesin. Di eropa poros engkol baru dipakai pada abad 15 sedangkan aljazari sudah menggunakannya pada abad 13. Sekarang poros engkol merupakan alat yang menjadi inti sebuah mesin modern.
Begitu banyak sumbangsih aljazari pada dunia keteknikan dan robotika, oleh karena itu pantaslah dia disebut sebagai bapak teknik modern. Sebuah kejayaan yang dirindukan . Demikian akhir penjelasan. :)
Q.E.D
Selain robot pemusik aljazari juga membuat robot pelayan. Robot ini berfungsi untuk menuangkan teh atau minuman lainnya pada para tamu. Minuman disimpan dalam tempat penampungan air, kemudian disalurkan ke ember lalu setelah 7 menit mengalir menuju cangkir dan robot itu menuangkannya.Kemudian ada lagi pencuci tangan otomatis. Bahkan sampai sekarang sistem dari aljazari ini menjadi dasar pada pencuci tangan otomatis masa kini. Pencuci tangan otomatis dari aljazari berwujud robot wanita membawa baskom berisi air . Kemudian model lain dari pencuci tangan otomatis aljazari adalah robot burung merak yang mancurkan air dan memberi para pencuci tangannya handuk secara otomatis. Robot burung merak ini digerakan dengan tenaga air.
Masih banyak karya aljazari lainnya , seperti castle clock ini komputer analog pertama yang bisa diprogram, ada lagi jam gajah, kemudian mesin yang menggunakan tenaga binatang dan poros engkol. Ini mesin pertama yang menyertakan poros engkol sebagai bagian dari mesin. Di eropa poros engkol baru dipakai pada abad 15 sedangkan aljazari sudah menggunakannya pada abad 13. Sekarang poros engkol merupakan alat yang menjadi inti sebuah mesin modern.Begitu banyak sumbangsih aljazari pada dunia keteknikan dan robotika, oleh karena itu pantaslah dia disebut sebagai bapak teknik modern. Sebuah kejayaan yang dirindukan . Demikian akhir penjelasan. :)
Q.E.D
Label:
Tokoh
|
0
komentar
Rabu, 19 Desember 2012
THE HEAP PARADOX
The heap paradox atau bahasa indonesianya paradoks gundukan adalah sebuah paradoks sederhana untuk mengantar kita kepada konsep benar atau salah. kebanyakan dari kita (termasuk saya tentunya) masih terjebak dalam pemahaman konsep benar atau salah. untuk itu jika anda-anda yang membaca tulisan ini ingin mengetahui tentang keterjebakan kita pada konsep itu , mari saya antar anda menuju wunderkammer.
Terdapat suatu gundukan pasir disebuah lokasi (anggaplah ditaman ) kita ambil satu butir pasir itu dari gundukannya (anggap saja gunudukan pasirnya berjumlah dua milyar butir ) . ketika kita hanya mengambil satu butir pasir dari gundukan "apakah gundukan pasir itu masih ada?". saya yakin kebanyakan anda akan menjawab "tentu masih ada". oke selanjutnya jika kita ambil terus menurus satu butir pasir dari gundukannya tentu gundukannya lama-lama akan menghilang. Sekarang pertanyaannya, jika disebuah lokasi lainnya ada sebuah gundukan lagi lalu kita ambil satu butir pasir saja dari gundukan itu, apakah gundukan itu masih disebut gundukan ????.
Sekarang lupakan sejenak dulu pertanyaan tadi, kita beralih pada persoalan lain masih sama tentang gundukan tapi kali ini kebalikan dari cerita sebelumnya. Kini seandainya kita memiliki pasir berjumlah satu milyar butir lalu kita memilih satu lokasi yang belum terdapat gundukan. Di lokasi itu kita menaruh satu butir pasir yang kita punya , sekarang sudahkah terlihat gundukan ??? . ok kini jika kita taruh lagi satu butir pasir disana, apakah sekarang sudah terlihat gundukan???... kembali saya yakin kebenyakan dari kita pasti akan menjawab kedua pertanyaan tersebut dengan belum. Tapi tentu jika kita menaruh terus menerus butir-per butir dari pasir yang kita punya, jawaban belum tadi perlahan-lahan akan berubah jadi iya.
Permasalahan dari paradoks diatas adalah bagaimana bisa kita yakin di saat kita mengatakan di lokasi A ada gundukan sedangkan Lokasi B tidak ada gundukan ??..dimanakah batas itu bisa disebut gundukan atau bukan gundukan ???, bagaimana bisa dia disebut gundukan disaat yang sama dia juga bukan gundukan???, bagaimana juga disaat dia bukan gundukan disaat yang sama juga bukan-bukan gundukan ???... bagaimana ??. Pada akhirnya pertanyaan-pertanyaan tadi berkembang menjadi.. apakah semua didunia ini pasti ??? apakah semuanya memiliki sifat dualisme???... apakah yang tidak benar itu berarti salah ??? apakah yang tidak salah itu benar ??? ... apakah semua memiliki batas yang jelas ???... apakah kelabu itu hitam atau putih ???... itu semua permasalahan dikotomi. dikotomi adalah pembagian dua kelompok yang bertentangan. Pola dikotomi ini sudah mendarah daging didalam pola logika berfikir manusia. Namun ini sebenarnya adalah hal yang wajar karena pada hakikatnya kita pasti ingin menyederhanakan persoalan. Namun nyatanya pola ini akan menjadi permasalahan ketika kita ingin menentukan sesuatu itu benar atau salah. Karena ternyata hampir semua (jika tidak ingin dikatakan semua) di alam semesta ini tidak memenuhi hukum determinasi kualitas. Mengapa demikian ???... pikirkanlah kenapa matematika itu ada??.. kenapa fisika itu ada???.. bahwa nyatanya semua memiliki transisi bukan dikotomi.
Mungkin penjelasan diatas terlalu menjelimet. untuk itu mari saya sederhanakan. ketika kita mengatakan seuatu itu keras,lunak,tinggi, rendah,enak,tak enak dan berbagai variable kualitas lainnya. Kita pasti cenderung bilang bahwa itu relatif. Tapi walaupun prinsip relatif berperan , yang utama adalah bahwa kualitas itu semu, hanya sekadar persepsi. Fisika dan matematika sangat menghindari pola seperti ini, pola yang sekadar persepsi atau dikotomi yang bersandar pada kualitas. Fisika dan matematika menyatakannya dengan kuantitas. Misalnya untuk keras dan lunak kita mengukur modulus youngnya, untuk tinggi dan rendah kita mengukur dengan meter. Tapi memang tak semua varible kualitas bisa kita gambarkan dalam varible kuantitas, contoh : enak dan tak enak bagaiman cara mengukurnya ???.
Lantas apa yang bisa kita ambil dari The heap paradox ?. Bahwa ternyata kebenaran kita hanyalah sekadar persepsi saja. Kita cenderung menghakimi sesuatu itu benar atau salah hanya berdasar pada persepsi pribadi kita saja, padahal dikotomi itu semu. Sampai dimana pasir-pasir itu bisa disebut gundukan ??? sampai butir pasir berapakah sistem itu tiba-tiba memperoleh sifat sebagai gundukan pasir ??? sampai seperti apakah sesuatu itu bisa disebut benar ?? sampai bagaimanakah sesuatu itu bisa kita sebut kebenaran???... ternyata kebenaran kita hanyalah persepsi??. Jadi sudah seberapa seringkah kita menghakimi diri kita dan yang lainnya dengan persepsi saja ???. Sebenarnya sah-sah saja jika kita memakai pola dikotomi ini apalagi dalam kehidupan sehari-hari. Namun kita harus menyadari bahwa pola dikotomi ini bukanlah bagian dari sistem kebenaran dan tidak pantas untuk menghakimi suatu kebenaran. Lagipula pola dikotomi ini tidak bersifat universal tapi tergantung pada sudut pandang. Contoh lawannya haus adalah lapar, lawannya kenyang juga lapar. so berarti haus sama dengan kenyang ??? ... :)
Selasa, 18 Desember 2012
Cerita dari dalam goa
Selama hidupku aku tak
pernah mengenal yang namanya matahari, karena dari aku terlahir
sampai umurku 16 tahun ini aku hidup didalam gua. Yang aku kenal
hanyalah dinding-dinding batu yang dingin, tetesan air yang terkadang
jatuh dari langit-langit, udara yang lembab, hewan-hewan yang
habitatnya digua dan beberapa manusia lainnya yang hidup bersamaku
didalam gua. Tak sekalipun kulihat wajah matahari, hanya sesekali
sinarnya menyentuh kulitku dari balik celah goa.
Aku hanya tahu matahari
dari cerita para leluhurku yang lebih dahulu tinggal disini. Para
leluhurku adalah manusia-manusia yang pernah tinggal didunia luar,
sebelum akhirnya mereka tereperangkap didalam goa lembab ini.
Terkadang ada dorongan
yang kuat dari dalam diri ini untuk melihat dunia luar atau hanya
sekadar melihat wajah matahari. Namun aku tak tahu bagaimana caranya
keluar dari dalam goa ini, satu-satunya jalan keluar sudah tertutup
oleh reruntuhan batu-batu yang tidak bisa disingkirkan. Akhirnya aku
hanya menunggu keajaiban suatu saat batu-batu itu bisa disingkirkan.
Semua kebutuhanku dan
yang lainnya untuk bertahan hidup sudah tersedia didalam goa ini.
Untuk makan, hewan-hewan goa juga sayur lumut sudah cukup
mengenyangkan kami dan untuk minum, di goa ini terdapat danau yang
bisa kami minum airnya. Semua nya sudah tersedia disini.
Ada satu hiburan di goa
ini yang membuat manusia-manusia disini terpesona melihatnya. Hiburan
itu dimulai ketika sinar matahari masuk merefleksikan apa yang ada
diluar ke dinding gua. Yah kalian menyebutnya bayangan. Mungkin bagi
kalian yang biasa hidup didunia luar, bayangan adalah sebuah fenomena
biasa. Tapi bagi kami yang tak pernah melihat dunia luar, fenomena
ini layaknya sebuah opera yang begitu menarik untuk kami saksikan.
Awalnya aku
sangat-sangat menggemari opera ini. Tapi lama-lama aku mulai bosan
menyaksikan bayangan itu. Sedang manusia lainnya tampak makin
terkesan melihatnya. Dalam keadaan yang bosan ,perasaan untuk melihat
dunia luar semakin membuncah. Akhirnya aku memtuskan untuk menggali
reruntuhan batu yang menutupi gua daripada sekadar hanya menunggu
keajaban. Sedikit demi sedikit aku gali reruntuhan batu itu, hingga
akhirnya tercipta sedikit lobang yang cukup untuk aku keluar. Aku
berjalan tiarap memasuki lobang dan akhirnya sampailah aku di dunia
luar.
Pertama kali aku
berpijak di tanah matahari bersinar, pertama kali aku hirup udara
kering yang bersih dan pertama kali juga aku jumpai warna-warna indah
yang bersemi di gundukan tanah yang menjulang kelangit. Kurasakan
pesona dunia luar yang begitu indah. Benda-benda yang biasanya hanya
aku lihat di dalam opera bayangan, kini memnampak nyata didepanku.
Aku tak mampu untuk berkata-kata lagi. Dunia ini begitu mempesonaku.
Ternyata selama ini aku terperangkap dalam dunia yang semu. Tertawa
melihat bayangan, padahal itu semua hanya refleksi dari semua
keindahan ini.
Setelah tersadar dari
lamunanku, bergegas aku masuk lagi ke gua. Ingin aku menunjukan semua
keindahan ini pada yang lainnya. “hei kalian kemarilah akan
kutunjukan keindahan yang sebenarnya diluar gua, apa yang kalian
lihat itu hanya bayangan , hanya pantulan keindahan yang ada di luar
gua “... ajak ku sedikit berteriak. “apa kau sudah tidak waras
??? , kau bilang ini hanya bayangan, ini kenyataan”... ucap
seorang pria yang sedkit gemuk dan bersuara besar mengejek. “ tidak
percayalah padaku, ini semua hanya ilusi, keindahan yang sesungguhnya
ada di sana”... kataku sambil menujuk keluar gua.” sudahlah ,
sia-sia kau mengajak kami... apakah kau pikir kami akan mengikuti
orang gila sepertimu???.... kalau kau ingin pergi, pergi saja
sendiri... tak usah kau mengajak kami”... pria itu berbicara lagi.
“iya pergi sajalah kau sendiri , biarkan kami disini kalau kau
mengajak kami lagi... akan kami bunuh kau”... tiba-tiba sesorang
pria lebih kurus dari pria sebelumnya mengancam. “Oh ayolah...
lihat sebentar saja... kalian tidak akan menyesal”... aku tetap
mengajak tak bergeming. KAU INI TETAP NGEYEL .... SUDAH KAMI BILANG
KAMI TIDAK AKAN MENGIKUTIMU... DARIPADA KAU TETAP BERSUARA MENGGANGU
KAMI... LEBIH BAIK AKAN KAMI BUNUH KAU... kali ini ucapan pria yang
gemuk dan bersuara besar itu menggelegar memekakan telinga.
Setelah itu mereka
benar-benar membunuhku,mnguliti dan mencingcangku untuk makanan
mereka. Begitulah akhir dari hidupku. Padahal aku hanya ingin
memberitahukan kebenaran namun aku malah terbunuh oleh mereka dan
mereka tetap menikmati opera bayangan itu dan tak pernah mengetahui
kenyataan.
Jumat, 02 November 2012
SEKILAS PEMIKIRAN TAN MALAKA TENTANG LOGIKA MISTIKA
Segala puji bagi Alloh subhana wa ta'ala yang telah memberikan nikmat dan rahmat-Nya, tidak lupa memberikan shalawat dan salam kepada Utusan terakhirNya yang telah menyampaikan firman-firman secara maksum, beserta para ahlul bait dan sahabatnya.
Tan Malaka dalam bab pertamanya menggunakan contoh maha dewa Ra yang berfirman: PTAH, maka timbullah langit, bumi, manusia, air, dan lain-lain tanpa harus menunggu waktu. firman maha dewa Ra sangatlah mutlak karena tidak terikat oleh waktu. karena jika penciptaan melalui waktu yang panjang, maka Dewa Ra atau Tuhan takluk terhadap waktu.
menurut Tan Malaka, sesuatu Zat atau Matter haruslah memiliki kodrat. seperti benda besi yang memiliki kodrat. kodrat itulah yang bisa menarik besi lain karena mengandung kodrat magnet. elektron yang mengandung kodrat listrik untuk menjadikan bentuk energi lain seperti panas, gerak, dan lain-lain. jadi, tidak ada benda, tidak ada kodrat. melihat kodrat itu haruslah tahu benda dulu, baru tahu kodrat. namun, kodrat tak bisa menimbulkan benda.
Kekuatan Dewa Ra ini bertentangan dengan The Law Of Evolution milik Charles Darwin. Setiap timbul, tumbuh, tumbangnya hewan, tumbuhan , dan alam semesta ini melalui proses waktu yang panjang. menurut Darwin, tumbuhan, hewan dan manusia merupakan dari pertumbuhan yang lama puluhan, ratusan, ribuan tahun yang lalu. Dari dua tiga sel benih menjadi manusia. menurut Kant, planet-planet dan bintang-bintang merupakan pertumbuhan lama dari berjuta-juta tahun dari Molten Mass, benda yang melebur hingga menjadi seperti sekarang. ini merujuk pada hukum kekekalan energi. hukum ini menjelaskan energi merupakan sesuati yang tak dapat diciptakan maupun dimusnahkan. energi hanyalah berubah dalam bentuk lain. begitu juga hukum ini berlaku dengan materi.
untuk memudahkan pembaca dalam pembahasan Logika Mistika ini menggunakan contoh benda seperti lampu. energi listrik yang digunakan tidak semua untuk diubah menjadi cahaya, namun menjadi energi panas, radiasi. jika pohon seberat 50 kg berasal dari 1 gram biji maka 50 kg-1 gram berasal dari zat-zat CO2, air, Nitrogen dll yang berkumpul dan membentuk menjadi pohon 50 kg itu. begitu juga hewan yang mati hingga tinggal tulang-belulang, maka daging maupun zat selain tulang itu melebur dalam tanah tanpa hilang sedikitpun. seandainya bumi ini pada awalnya bermassa X dan besok berkurang menjadi X-y, maka y dicari pada tumbuhan, uap air dan sebagainya. ringkasnya, ketetapan jumlah materi dan energi tidak berubah bertambah atau berkurang kuantitasnya.
Maka, Logika Mistika ini mendapat pertentangan dengan Undang Pertumbuhan (The Law Of Evolution). uraian di atas membantah firman Dewa Ra yang sekali ucap PTAH, maka terjadi alam semesta. Tan Malaka mengkritik ucapan dewa yang bertentangan dengan Benda yang memiliki kodrat. ucapan yang kodrat dari zat itu menghasilkan benda-benda seperti bintang dan planet. kritik Tan Malaka, kata-kata tak mampu menimbulkan benda. dalam dialektika idealisme bisa menemukan kosong mengandung arti ada atau tak ada mengandung arti ada. tetapi dalam logika ataupun dialektika kebendaan, hal itu mustahil.
kritikan lain dari Tan Malaka adalah menurut hukum kekekalan, satu bentuk materi atau energi berubah menjadi bentuk yang lain. jadi, Dewa Ra haruslah lenyap seiring terjadinya alam semesta ini alias bertukar wujud. menurut Dalton, benda asalnya harus ada dari benda. benda asal menurut Kant adalah benda lebur. benda lebur ini berjalan sepanjang hukum parpaduan dan pemisahan. Tan Malaka juga melogikakan jika rohani atau Dzat dewa Ra terdiri dari materi, mengandung perbantahan diri sendiri. Rohani bersifat suci, tidak kotor seperti materi, dan tidak takluk kepada hukum dan sifat yang mengenai materi. rohani tak bisa berubah, tumbuh, susut, sakit, atau senag, hidup atau mati. Dewa Ra berkuasa, sempurna, suci dan tak bisa dikenai hukum mengenai materi. jika terkena hukum materi itu, maka bukanlah mahadewa Ra yang berkuasa dan sempurna lagi.
siapa yang terkuasa apakah dewa Ra atau alam itu sendiri? Tan Malaka memiliki tiga pilihan dan tiga jawaban, yaitu:
- dewa Ra lebih berkuasa atas alam dan hukum alam?
- dewa Ra sama berkuasanya dengan alam dan hukum alam?
- dewa Ra kurang berkuasa dari alam dan hukum alam
Tan Malaka menjawab poin 1 dengan tidak bercampurnya urusan Dewa Ra dalam berjalannya hukum alam. belum pernah Dewa Ra terlihat mencegah matahari naik. karena semua yang ada di alam semesta ini berjalan menurut hukumnya sendiri. seorang pemikir nakal pernah berkata, yang kuat din alam ini mengalahkan yang lemah. dia mengandaikan semut yang ditekan oleh jari manusia, lalu pemikir itu berkata, "kalau ada Kodrat yang bisa mencegah alam menjalankan hukumnya, tolonglah semut ini".
lalu dengan poin 2, berkuasanya dewa Ra sama dengan hukum alam dijelaskan oleh Tan Malaka karena hukum alam sangat jelas dirasakan dan gaibnya dewa Ra tidak terasa samasekali. lebih baik memuja alam karena terlihat daripada menyembah dewa Ra yang tak terlihat samasekali. seandainya dewa Ra tak setuju dengan hal ini, maka tak perlu takut akan kemarahannya. kalaupun marah maka perlu berjuang dan kekuatannya seimbang dengan alam. itulah kata Tan Malaka
selanjutnya, dengan poin 3, dewa Ra kurang berkuasa daripada alam dan hukumnya inilah yang menjadi pilihan Tan Malaka. Tan Malaka menganalogikan dengan Dr. Frankeinstein dan robot buatannya. kemudian Dr. Frankeinstein lari akibat robot buatannya lebih besar dan bersembunyi akibat takut dengan robotnya sendiri. dengan demikian, dewa Ra mesti takluk dengan alam dan hukumnya karena hukum alam tak terbantahkan. demikian Tan Malaka menjelaskan.
mungkin sebagian pembaca banyak yang kurang setuju dengan apa yang dikemukakan tulisan ini dan mencari kebenarannya. kita sebagai orang islam tentu sangat mempercayai Tuhan kita yaitu Alloh subhana wa ta'ala. karena pemikiran yang dimiliki Tan Malaka sangat terpengaruh dengan paham komunisnya yang berasal dari paham Materialismenya. namun, jangan sampai kita membenci Tokoh ini, karena beliaulah yang menggugah semangat tokoh-tokoh lain seperti Ir. Soekarno, Bung Hatta, dan lain-lain karena membaca bukunya Naar der Indonesia. dan sisi negatif dari beliau tak perlu kita tiru karena pemahaman ini dapat menjerumuskan aqidah islamiyah orang islam dan lebih mencintai dunia daripada akhiratnya.
demikian pembahasan Logika Mistika dari buku Madilog karangan Tan Malaka.
wassalammu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Senin, 20 Agustus 2012
Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1433 H
Sederhana..
Hanya sebuah ungkapan maaf.
yang berkali-kali Allah beri kesempatan pada kita untuk mengucapkannya.
Setiap tahun, ketika kita yang berjumpa dengan Hari kemenangan kita akan saling meminta maaf.
dan terulang tahun selanjutnya, terus begitu hingga nafas terakhir dihembuskan..
Semoga kata sederhana ini tak hanya kata yang keluar dari mulut.
Tapi mutiara hati yang dapat kubagikan padamu Saudaraku.
Mari saling memaafkan dengan ikhlas.
Mari kembali pada Fitrah Ilahi.
Mari sambut kemenangan bersama-sama.
Segenap keluarga Besar HMI FISTEK SEPULUH NOPEMBER mengucapkan :
"TAQABALALLAHU MINNA WAMINKUM SHIYAMANA WA SHIYAMAKUM, WAJA'ALNA MINAL 'AIDIN WALFAIZIN KULLU 'AMIN WAANTUM BIKHOIR. 'IED MUBARAK!"
Mohon Maaf Lahir dan Batin
Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1433 H
Rabu, 15 Agustus 2012
Langkah Yang Tertinggal
Aku tersentak dengan mimpiku
anganku menjauh.... asaku meredup
pelangi yang kunanti
tak hadir dibalik cerah
Tersadar aku dari mimpiku
wajah yang renta dengan langkah yang lemah
saat aku melihat
semua yang terlihat menghilang dibalik waktu
Disini hanya menunggu...
matahari datang dibalik malam
disini hanya berharap...
pelangi datang dihari yang cerah
anganku menjauh.... asaku meredup
pelangi yang kunanti
tak hadir dibalik cerah
Tersadar aku dari mimpiku
wajah yang renta dengan langkah yang lemah
saat aku melihat
semua yang terlihat menghilang dibalik waktu
Disini hanya menunggu...
matahari datang dibalik malam
disini hanya berharap...
pelangi datang dihari yang cerah
Langganan:
Postingan (Atom)
Ingat Waktu
Label
Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani
Hari Ini
Sohib
Celoteh
Anda Pengunjung ke-
About Me
- HmiFistek-SN
- Bismillah.. Himpunan Mahasiswa Islam merupakan tempat berkumpulnya Mahasiswa Islam yang datang dengan berbagai mimpi demi satu tujuan "Membangun Kader Umat dan Bangsa". Yakusa.











