Senin, 06 Agustus 2012
KESENJANGAN SEJARAH DUA PERADABAN BESAR DUNIA
DUNIA BARAT Vs DUNIA ISLAM
Kesatuan
daratan besar Asia, Eropa, dan Afrika Utara bisa dikatakan merupakan bibit
dunia saat ini. Karena dari daratan ini lah perkembangan peradaban modern
dimulai. Sejarah dimulai dari bentangan Laut
Mediterania (Laut Tengah), karena di sinilah bangsa-bangsa kuat perdana
memulai interaksi bersama seperti bangsa Mycenaea, Kreta, Fenisia, Lydia,
Yunani, Roma, dll. Inilah nantinya yang menjadi cikal bakal Peradaban Dunia Barat. Sementara itu dari sisi
daratan sebelah timur, pada saat yang sama pula telah terbentuk sebuah jaringan
dan rute yang menghubungkan anak benua India, Asia Tengah, dataran tinggi Iran,
Mesopotamia, dan Mesir. Jalan ini merupakan sebuah alur lalulintas yang
membentang di sekeliling Teluk Persia, Sungai Indus, Sungai Oxus, Laut Aral,
Laut Kaspia, Laut Hitam, Laut
Mediterania, Sungai Nill, dan Laut Merah. Jaringan inilah nantinya yang
muncul menjadi Dunia Islam.
Arus
manusia terus mengalami perkembangan di antara dua dunia ini. Hingga muncul 3
wilayah penting sebagai titik tolak perkembangan peradaban yang mereka bentuk,
yaitu Mesir, Mesopotamia, dan Persia. Entah apa yang terjadi diantara dua dunia
ini, meskipun dengan node yang sama, namun dalam perkembangan selanjutnya
justru keduanya akan saling tindih satu sama lain. Jika diuraikan secara
historiology, maka akan ditemukan suatu kesenjangan yang sangat mencolok.
Keduanya mengukir sejarahnya masing-masing tanpa mempedulikan satu sam lain.
Minggu, 05 Agustus 2012
Analisa Politik Konflik Rohingya
Selayang Pandang
Sejarah Singkat Muslim Rohingya
Kasus pembantaian terhadap etnik Rohingya di Myanmar merupakan bentuk penindasan dan pelanggaran hak asasi manusia yang sangat memalukan komunitas ASEAN. Etnis Rohingya dan Rakhine kerap saling menuduh soal siapa yang pertama kali melakukan serangan. Bentrokan menyusul insiden pemerkosaan dan pembunuhan seorang wanita pemeluk Budha setempat yang diduga dilakukan salah satu warga Rohingya. Serangan pembalasan pun dilakukan oleh massa Rakhine, 10 orang Muslim tewas pada tanggal awal Juni lalu. Hingga saat ini keadaan darurat masih berlaku di beberapa daerah.
Pada bulan Juni lalu dilaporkan bahwa bentrokan antara kaum Rohingya yang Muslim dan etnik Rakhine mengakibatkan paling tidak 80 orang tewas dan ribuan lainnya mengungsi. Namun, berdasarkan laporan terakhir menyebutkan sebanyak 650 dari satu juta Muslim Rohingya tewas selama bentrokan yang terjadi di wilayah barat Rakhine, dan 1.200 lainnya hilang dan 90.000 lebih telantar. Meskipun aparat keamanan berhasil meredam kerusuhan, puluhan-ribu orang masih berada di kamp-kamp penampungan pemerintah. Program Pangan PBB melaporkan mereka telah menyediakan makanan untuk sekitar 100 ribu orang.
Berbagai bentuk protes dilakukan sebagai wujud simpati dari berbagai negara yang mayoritas penduduknya Muslim, tak terkecuali Indonesia. Pun mahasiswa sebagai elemen pergerakan tidak henti-hentinya menyuarakan simpatinya, dengan identitas organisasi masing-masing. Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) secara serentak di penjuru negeri seperti dilansir oleh Harian Republika, Jumat 27 Juli lalu melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Pemerintahan. Dalam aksinya tersebut puluhan anggota KAMMI menuntut Pemerintah Myanmar menghentikan penindasan dan diskriminasi terhadap Muslim Rohingya, menuntut Pemerintah Myanmar untuk menghentikan militerisme, serta meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk memberikan suaka politik kepada para imigran Rohingya yang ada di Indonesia. Begitu pula yang dilakukan elemen mahasiswa lain di penjuru negeri, tak henti-hentinya melakukan aksi yang mengutuk keras negara yang termasuk dalam anggota ASEAN tersebut.
Keadaan yang terjadi pada etnik Rohingya merupakan salah satu dampak yang dimunculkan oleh masalah ketiadaan status kewarganegaraan. Seperti yang dikatakan Presiden Myanmar Thein Sein kepada Komisaris Tinggi PBB Urusan Pengungsi, Antonio Guiterres, “Myanmar akan mengirim kaum Rohingya pergi "jika ada negara ketiga yang mau menerima mereka. Kami akan mengambil tanggung jawab atas suku-suku etnik kami, tapi tidak mungkin menerima orang-orang Rohingya yang masuk secara ilegal, yang bukan termasuk etnik Myanmar," Munculnya status tanpa kewarganegaraan ini salah satunya disebabkan oleh peperangan, pernikahan sesama orang tanpa status warganegara, perdagangan orang.
Populasi Muslim Rohingya di Myanmar sekitar 4,0 persen atau hanya sekitar 1,7 juta jiwa dari total penduduk negara itu sekitar 42,7 juta jiwa. Jumlah itu menurun drastis dari catatan pada dokumen Images Asia 'Report On The Situasion For Muslim In Burma pada Mei 1997'yang dalam laporan itu umat Muslim mendekati tujuh juta jiwa Pemerintah Myanmar membatasi gerak dengan tidak memberikan hak atas tanah, pendidikan dan layanan public lainnya seperti yang dikatakan PBB. Hal ini menyebabkan banyak diantara mereka terpaksa mengungsi ke berbagai negara terdekat, seperti di Bangladesh sekitar 400 ribu jiwa, di Thailand 60 ribu jiwa, di Pakistan 40 ribu jiwa dan di Malaysia sekitar 40 ribu jiwa. Sedangkan menurut UNHCR, sebanyak satu juta etnis Rohingya kini tinggal di luar Myanmar dan masih belum ada satu negarapun yang menerima mereka.
Sejarah Singkat Muslim Rohingya
Sebenarnya apabila ditilik dari segi histori, Kaum Rohingya sudah ada sebelum negara Myanmar ada. Sebagai etnis, Muslim Rohingya sudah hidup di sana sejak abad 7 Masehi dengan nama kerajaan Arakan (1430-1784). Sekitar 3.5 abad Rohingya berada dalam kekuasaan Muslim hingga Kerajaan Burma menyerangdan dianeksasi oleh Inggris. Setelah itu Rohingya menjadi bagian dari British India yang saat itu juga belum merdeka. Dan berlanjut hingga tahun 1940-an ada 137 etnis yang terdapat di Burma sejak Burma merdeka (1948), sejak saat itu pula etnis Rohingya tidak diakui sebagai etnis yang ada di Burma.
Sabtu, 04 Agustus 2012
SEBUAH PERENUNGAN
Bentang
Sajadah Terhampar luas di langit malam
Tempat
bersujud para bintang
diimami
oleh sang rembulan
Laksana
jutaan manusia
yang
melingkar di pusaran cahaya dunia
mereka
berputar harmoni
dalam
thawaf alami
Lalu
dimanakah diri ini berada ?
Dimanakah
letak diri ini dalam thawaf mereka ?
Begitulah
tanyaku
Saat
tersadar bahwa aku juga bagian dari mereka
saat
aku tersentak sadar bahwa aku bagian dari alam
Kemanakah
aku ?
Disaat
langit harmoni dalam sujud
Kemanakah
aku ?
Dikala
burung-burung bernyanyi dalam asmanya
Kemanakah
Aku
Ketika
Mentari Berseri dalam kebesarannya
Sombong
Sekali Diri ini
yang
dihadapan langit megah pun tak berarti apa-apa
Ankuh
sekali hati ini
yang
dihadapan matahari pun tak akan mampu bertahan
Ya
allah Ya rahman
maafkan
aku yang bersembunyi dibalik malam
kala
bintang bersujud padamu
Maafkanlah
diri ini
yang
terdiam
saat
burung-burung bernyanyi dengan asamamu
Maafkanlah
aku ini YA RAHIM
yang
tak berdaya di semestamu
Langganan:
Postingan (Atom)
Ingat Waktu
Label
Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani
Hari Ini
Sohib
Celoteh
Anda Pengunjung ke-
About Me
- HmiFistek-SN
- Bismillah.. Himpunan Mahasiswa Islam merupakan tempat berkumpulnya Mahasiswa Islam yang datang dengan berbagai mimpi demi satu tujuan "Membangun Kader Umat dan Bangsa". Yakusa.